-->

Ustadz Suhada: Menolak Lupa Tragedi KM 50

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai Ustadz Suhada: Menolak Lupa Tragedi KM 50. Silakan disimak.

 


Kamis, 9 Juli 2026

Faktakini.info

Suhada Ali Syarali

Jokowi (sebagai presiden) menggerakkan BIN, TNI & Polisi dalam Operasi Delima yang mengakibatkan terjadinya peristiwa Pelanggaran HAM Berat yang dikenal sebagai Tragedi Kemanusiaan KM50 . 

Untuk membalas (qisos) darah bayar darah, nyawa bayar nyawa, kami menyadari bahwa kami tidak memiliki BIN, Tentara dan Polisi. Kami tidak memiliki senjata api dan kami memang tidak terlatih untuk bertempur. Kami pun tidak memiliki kekuasaan untuk merekayasa pengadilan. Tetapi kami punya doa. Bukankah doa adalah senjata mukmin?

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Shahih-nya, dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ

“Doa adalah senjata kaum mukminin dan merupakan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.”

QS. Annisa ayat 93:

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاۤؤُهٗ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا ۝٩٣

Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar.


Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.