-->

HABIB BA'ABUD PENGKHIANAT DIPONEGORO? (1)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai HABIB BA'ABUD PENGKHIANAT DIPONEGORO? (1). Silakan disimak.

 


Sabtu, 5 September 2026

Faktakini.info

HABIB BA'ABUD PENGKHIANAT DIPONEGORO? (1)

Kemarin saya liat beberapa postingan yang membahas sosok bernama Habib Ibrahim Ba'abud, keturunan Ba'alawi.

Tokoh yang dituduh membujuk Pangeran Diponegoro mau berunding dengan Belanda di Magelang. Hingga akhirnya sang pangeran tertangkap dan dibuang.

Saya tersenyum membacanya.

Saya tidak sedang membela klaim yang sering ngawur. 

Tapi saya sudah membaca Babad Diponegoro sampe tuntas. Juga menelusuri nama-nama yang tertulis di dalamnya.

Pangeran Diponegoro menulis dengan detil siapa saja tokoh yang membujuknya agar mau berunding dengan Belanda.

Pertama, adalah anaknya sendiri, Pangeran Suryoatmojo. Setelah berhasil dibujuk Belanda, kemudian membujuk ayahnya.

Kedua, para panglimanya. Di antaranya adalah Kerto Pengalasan dan Sentot Prawirodirjo. Mereka sudah menyerah pada Belanda, kemudian membujuk Pangeran Diponegoro.

Ketiga, para penasehatnya. Yaitu Haji Ngisa, Haji Badarudin, Kyai Mlangi, Syekh Samparwadi, dan Mas Penghulu Pekih Ibrahim. Mereka diminta oleh Belanda untuk membujuk Pangeran Diponegoro.

Dalam babad yang ditulis oleh Pangeran Diponegoro sendiri itu, nama Habib Ibrahim Ba'abud tidak disebut.

Saya bingung, tuduhan mereka sumbernya dari mana? 

Apa karena hanya kebencian semata?

Apakah yang dimaksud adalah Mas Penghulu Pekih Ibrahim?

Dia memang bersama para penasehat lainnya, yaitu Haji Ngisa, Haji Badarudin, Kyai Mlangi, dan Syekh Samparwadi, diminta Jenderal de Kock membujuk Pangeran Diponegoro.

Datang dari Jogja menemui sang pangeran yang waktu itu tengah berada di Kejawang, Sruwng, Kebumen.

Tapi, menurut Babad Diponegoro, Mas Penghulu Pekih Ibrahim bukan keturunan Ba'abud. 

Dia adalah ulama dari Bagelen. Bernama asli Muhammad Kusen.

Diberi nama Mas Penghulu Pekih Ibrahim karena dia keponakan Kyai Penghulu Pekih Ibrahim, penghulu Keraton Jogjakarta.

Mas Penghulu Pekih Ibrahim diangkat menjadi pengganti Kyai Mojo, sebagai penasehat Pangeran Diponegoro.

Pengangkatan itu atas persetujuan 142 ulama dari wilayah Pajang, Mataram, Kedu, dan Bagelen.

Juga atas restu ulama yang sangat dihormati di Bagelen, yaitu Syekh Kestu Brangkal dan Syekh Muhammad.

Lalu, siapa Habib Ibrahim Ba'abud yang mereka tuduh keturunan Ba'alawi, pengkhianat Diponegoro itu?

Kalo penasaran, nanti saya tuliskan kekeliruannya.

Sekali lagi, saya tidak sedang membela kaum Ba'alawi yang sering ngawur dan seenaknya main klaim.

Tapi membenci dengan dasar yang amat sangat ngawur, juga sebuah kengawuran yang sama.

#babaddiponegoro #sejarahdiponegoro


Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.