ALHAMDULILLAH WAKTU MUBAHALAH BERLALU [MUHIBBIN MAKIN SEHAT USAI MUBAHALAH DENGAN MUKIMAD]
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai ALHAMDULILLAH WAKTU MUBAHALAH BERLALU [MUHIBBIN MAKIN SEHAT USAI MUBAHALAH DENGAN MUKIMAD]. Silakan disimak.
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.
Jum'at, 18 September 2026
Faktakini.info
ALHAMDULILLAH WAKTU MUBAHALAH BERLALU
Alhamdulillah, ternyata sudah 46 hari dari waktu 40 hari yang sudah disepakati untuk "BERMUBAHALAH" soal nasab Bani Alawi.
Awalnya saya dikatai katain dan dihina, dibilang bodoh, penipu, dajjal dll karena seringnya menulis sejarah tentang Bani Alawi. Selama ini tulisan tulisan yang saya buat selalu berlandaskan referensi atau daftar pustaka yang umum. Tapi walaupun demikian tetap saja caci maki terus datang bahkan karya karya buku saya gak dianggap, padahal 4 buku saya pernah mendapatkan kata pengantar Sejarawan Besar Islam yaitu. Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara, tapi itulah kenyataannya, saya tetap dianggap anak bawang, gak apa apalah.. Saya sikapi semua itu dengan santai saja, namanya juga dunia medsos.
Namun pada akhirnya saya pun ditantang bermubahalah pendukung fanatik pembatal nasab Bani Alawi dengan disertai ancaman-ancaman yang mengerikan, seolah saya sudah pasti akan mati dengan ancaman tersebut...
Bismillah, akhirnya saya terima tantangan tersebut. Walaupun dari hati kecil, saya tidak ingin hal² seperti itu, namun karena sudah ditantang secara terbuka, saya terima tantangan BERMUBAHALAH tersebut dengan ikhlas. Dan buat saya MUBAHALAH harus didasari dengan keikhlasan hati bukan kesombongan, apalagi sampai menantang sana sini seolah kematian berada ditangan si penantang. Lebih baik hindari, tapi kalau memang kita dipaksa dan sudah tidak ada jalan lain...Bismillah terima saja karena Allah....
Sebenarnya setelah beberapa hari Mubahalah ini terjadi, saya ditegur teman yang seorang guru sejarah, dia bilang "Ente kalau udah bahas sejarah gak usah pake acara mubahalah mubahalan segala deh.., gak semua orang bisa menggunakan akal dan hatinya soal sejarah, yg kayak gitu nurunin derajat ente !", mendingan berkarya aja ! Saya jawab : "Tapi kalau gak ane terima entar dibilang macam-macam", temen saya bilang, gak penting ngeladenin orang orang kayak gitu, masak ente mau nurunin level ente sendiri !!
Sampai saat ini saya juga tidak mengetahui bagaimana nasib orang yang mengajak saya Mubahalah karena sudah saya blokir. Apakah dia sehat atau sudah wafat buat saya juga tidak penting karena apa yang terjadi pada dirinya bukan karena saya tapi semata mata Allah lah yang menentukan. Lagipula dengan berlalunya waktu yang 40 hari semakin meneguhkan hati saya, bahwa apa yang saya yakini itu benar adanya karena saya selalu bersandar pada mayoritas ulama.
Selama hidup, saya hanya sempat 2 kali bermubahalah, pertama di tahun 2012 ketika ada orang yang menghina leluhur saya (juga karena ada kaitannya dengan nasab Bani Alawi), dan alhamdulilah Allah memberikan saya panjang umur, dan yang kedua tanggal 3 Agustus 2026 kemarin. Dan ternyata hari ini sudah hari yang ke 46...Alhamdulillah saya masih diberikan umur panjang.
Selama waktu MUBAHALAH, hampir setiap hari saya membaca Ratib Haddad, Yaasin Fadillah dan juga sholawat. Dan hati saya tenang dan tidak khawatir dengan Mubahalah tersebut karena saya yakin dengan Nasab Bani Alawi sebagai Dzurriyah Rasulullah SAW. Saya percaya pada apa yang ditulis Prof. Dr. HAMKA, KHR Prof. Abdullah bin Nuh, HMH Alhamid Alhusaini, Prof.Dr. Ahmad Mansur Suryanegara, Prof. Dr. Naquib Al-Attas, Mbah Maimun, Syekh Nawawi Banten, dll tentang bagaimana kedudukan nasab para habib.
Jujur, dalam kehidupan sehari hari, apalagi kepada murid murid saya, saya melarang keras mereka untuk begitu mudahnya bersumpah atau bermain main dengan sumpah, tapi kalau memang mereka sudah terdesak apalagi untuk menjawab fitnah besar, maka saya anjurkan mereka untuk berani melakukan sumpah karena Allah...
Bagi anda yang meyakini kebenaran karena Allah, jangan pernah mundur sejengkal pun, karena kebenaran hanya milik orang orang berakal dan berbudi luhur....
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.




Posting Komentar