-->

Penendang Kapolda Aceh saat Kericuhan pada peringatan Damai Aceh ke - 21 akhirnya membuat video permintaan maaf

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai Penendang Kapolda Aceh saat Kericuhan pada peringatan Damai Aceh ke - 21 akhirnya membuat video permintaan maaf. Silakan disimak.

 


Jum'at, 21 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Muhammad Hidayatullah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., jajaran Polda Aceh, serta seluruh masyarakat Aceh atas insiden kericuhan yang terjadi dalam rangkaian peringatan Damai Aceh ke-21 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Permintaan maaf tersebut disampaikan Muhammad Hidayatullah melalui sebuah video yang diterima redaksi pada Rabu (19/8/2026).

Dalam video tersebut, Muhammad Hidayatullah secara khusus mengungkapkan penyesalannya atas tindakan yang dilakukan terhadap Irwasda Polda Aceh saat insiden kericuhan berlangsung.

Ia mengakui telah menendang Kombes Pol. Iskandar ZA dan menyadari bahwa tindakan tersebut tidak semestinya dilakukan.

“Saya Muhammad Hidayatullah dengan ini memohon maaf kepada Bapak Kapolda Aceh, Bapak Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., serta seluruh masyarakat Aceh atas perbuatan saya dalam kejadian tersebut. Saya menyesali tindakan saya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari,” ujar Muhammad Hidayatullah dalam video tersebut.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan maupun terganggu akibat insiden yang terjadi dalam rangkaian peringatan Damai Aceh tersebut.

Muhammad Hidayatullah menegaskan bahwa permintaan maaf itu disampaikan atas kesadaran dan kemauan sendiri, tanpa adanya tekanan ataupun paksaan dari pihak mana pun.

“Saya menyampaikan permohonan maaf ini dengan kesadaran dan kemauan saya sendiri, tanpa adanya tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun,” katanya.

Ia berharap permintaan maaf yang disampaikannya dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan maupun masyarakat Aceh. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran agar dirinya dapat lebih menjaga sikap serta menghormati ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat.

Sebelumnya, insiden kericuhan terjadi saat rangkaian peringatan Damai Aceh ke-21 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026). Dalam peristiwa tersebut, Muhammad Hidayatullah mengaku.

Sumber: internet


Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.