-->

HEI DON RITTO! JANGAN KAU FITNAH DAKWAH ISLAM UNTUK MENCUCI DOSA KORUPSI FEBRIE ARDIANSYAH!

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai HEI DON RITTO! JANGAN KAU FITNAH DAKWAH ISLAM UNTUK MENCUCI DOSA KORUPSI FEBRIE ARDIANSYAH!. Silakan disimak.

 


Senin, 20 Juli 2026

Faktakini.info

HEI DON RITTO! JANGAN KAU FITNAH DAKWAH ISLAM UNTUK MENCUCI DOSA KORUPSI FEBRIE ARDIANSYAH!

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.

Advokat 

Penulis benar-benar marah, karena kejahatan koruptor sudah pada tingkat yang sangat memuakkan. Jika sebelumnya, koruptor mencuci uang mereka melalui sejumlah bisnis, diakukan sebagai warisan keluarga, harta milik sopir atau pembantunya, kali ini koruptor sudah sangat kurang ajar!

Sebagaimana diketahui, Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyatakan bahwa emas seberat 74 kg dan uang ratusan miliar rupiah yang disita dari sebuah rumah di Sentul bukanlah milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Aset tersebut diklaim sebagai dana operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.

Kurang ajar! Ini sama saja menjadikan dakwah Islam sebagai sarana cuci dosa korupsi. Ini jelas, pelecehan terhadap ajaran dakwah Islam yang mulia dalam agama Islam.

Lagipula, Yayasan dakwah Islam mana yang menimbun emas Ingga 74 KG? Uang Ratusan miliar?

Diluar sana, banyak anak yatim terlantar. Banyak kaum miskin dan duafa. Banyak yang tak memiliki Al Qur'an. Banyak masjid Mushola yang butuh direnovasi. Banyak pondok pesantren yang mendidik santri butuh uluran tangan. Mereka butuh dibantu, bukan malah menimbun emas dan uang bantuan untuk mereka.

Kalau maling ya maling saja. Jangan mau cuci uang maling, mengatasnamakan pemilik emas, lalu mengklaim itu untuk dakwah Islam.

Agama Islam adalah agama yang agung. Tak menerima ajaran Robinhood. Islam hanya  menerima harta yang halal untuk beramal. Bukan harta korupsi.

Memangnya, yayasan Islam itu tempat Money Laundry? Tempat mencuci dosa korupsi?

Dalam Islam, korupsi itu kejahatan kategori Ta'jier. Hukumannya bisa dihukum mati. Jadi,  untuk membersihkan dosa korupsi dalam Islam maka harus dihukum mati. Bukan hartanya digunakan untuk dakwah Islam.

Sementara harta hasil korupsi, disita oleh negara dan ditempatkan di Baitul Mal sebagai sumber penerimaan APBN Islam. Tak bisa, harta hasil korupsi dikelola oleh yayasan apalagi berdalih untuk kegiatan dakwah Islam.

Don Ritto kurang ajar!

Kalau mau pasang badan untuk Febrie Ardiansyah, pasang badan sendiri. Akui saja itu uang untuk kebutuhan anak bini dan keluargamu sendiri. Jangan sebarkan fitnah kepada ajaran Islam, jangan klaim itu untuk kegiatan dakwah Islam.

Wahai umat Islam, marahlah !

Sebab, Imam Syaf'i pernah berkata: orang yang dibuat marah tapi tak marah itu sama saja dengan keledai !

Sedangkan, Buya Hamka pernah berkata : orang yang tidak marah agamanya dihina, lebih baik mengganti bajunya dengan kain kafan!

Kemana suara para kiyai dan ulama? Hanya sibuk rebutan kekuasan untuk muktamar atau rebutan jabatan?

Kemana suara MUI? Apa hanya menjadi kepanjangan tangan kekuasaan, dan hanya bicara untuk membela keputusan penguasa gabung di BOP?

Korupsi ex JAMPIDUS Febrie Ardiansyah sudah membuat kita marah. Mencuci dosa korupsi dengan dalih untuk kegiatan dakwah Islam ini jelas fitnah yang sangat jahat. Kurang ajar!

Lalu, sampai kapan kalian akan diam? Atau, menunggu masuk liang lahat, sehingga selamanya kalian akan bungkam? [].


Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.