-->

[Video] Biadab! Menteri Israel Unggah Video Kondisi Aktivis Flotilla: Bersujud-Tangan Terikat

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai [Video] Biadab! Menteri Israel Unggah Video Kondisi Aktivis Flotilla: Bersujud-Tangan Terikat. Silakan disimak.

 


Kamis, 21 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Detik-detik penahanan aktivis Global Sumud Flotilla menuju Gaza kini jadi sorotan dunia. Video yang diunggah Menteri Zionis Israel Itamar Ben-Gvir memicu gelombang kecaman internasional setelah para aktivis terlihat diperlakukan secara keras bahkan disuruh bersujud saat menjalankan misi kemanusiaan.

Sejumlah negara seperti Italia, Prancis, Kanada, hingga Belanda langsung bereaksi dan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan. Banyak pihak menilai perlakuan terhadap para aktivis telah melanggar nilai kemanusiaan dan martabat sipil.

Total ratusan aktivis dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut. Konflik ini kembali memanaskan perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video dirinya memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza kini ditahan di Israel. Para aktivis terlihat dalam keadaan bersujud dengan dahi di lantai serta tangan diikat tali.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), unggahan Ben-Gvir itu diimbuhkan keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor mereka di tangannya

Tuai Kemarahan Pemimpin Dunia

Kemarahan global mencuat setelah unggahan video Ben-Gvir itu. Beberapa negara disebut memanggil Duta Besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir.

Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan 'kemarahan' mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.

"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai "tidak dapat diterima", menyerukan pembebasan warga negara Prancis "sesegera mungkin".

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden itu "sangat mengkhawatirkan", menambahkan bahwa Ottawa akan memanggil duta besar Israel terkait insiden tersebut.

"Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," katanya kepada wartawan.

Belanda juga akan memanggil duta besar Israel, karena Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengatakan bahwa "perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan melanggar martabat manusia".

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan warganya juga termasuk di antara mereka yang diculik oleh pasukan angkatan laut Israel. Ia menyebut tindakan Israel "sangat di luar batas".

"Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel?" tanya Lee.

"Apakah itu tanah Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?" imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Portugal juga mengecam keras "perilaku yang tidak dapat ditoleransi" dari Ben-Gvir.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut perlakuan terhadap para aktivis itu "mengerikan", sementara Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengatakan dia "terkejut" dengan rekaman tersebut, dan menyerukan pembebasan segera para aktivis.

Total ada 430 aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan ke Gaza. Mereka kini dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.

Klik video:




Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.