-->

Pakar Maritim Ungkap Kekecewaan Iran terhadap Prabowo

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai Pakar Maritim Ungkap Kekecewaan Iran terhadap Prabowo. Silakan disimak.

 


Rabu, 11 Maret 2026

Faktakini.info, Jakarta - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran disebut tengah menghadapi ujian serius. Sejumlah pengamat menilai munculnya kekecewaan dari Teheran terhadap sikap Indonesia dalam merespons sejumlah peristiwa di Timur Tengah.

Direktur The National Maritime Institute (NAMARIN), Siswanto Rusdi, mengungkapkan bahwa Iran disebut merasa Indonesia—yang selama ini dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus mitra lama—tidak menunjukkan empati yang cukup dalam situasi krisis yang terjadi di kawasan tersebut.

Menurut Siswanto, salah satu hal yang disorot adalah keterlambatan Indonesia dalam menyampaikan ucapan bela sungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran. Di saat sejumlah pemimpin dunia merespons dengan cepat, sikap Indonesia dinilai oleh sebagian pihak di Teheran sebagai terlalu formal dan terlambat.

Tak hanya itu, Iran juga menyoroti sikap Indonesia yang dinilai “bungkam” dan tidak secara tegas mengecam aksi pembunuhan massal yang menelan korban anak-anak sekolah di Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Indonesia tidak mengecam pembunuhan anak-anak sekolah yang masih kecil-kecil itu. Padahal di banyak forum pemimpin negara lain, hal itu dikecam keras. Iran merasa Indonesia teman baik, tapi teman baik kok seperti ini?” ujar Siswanto.

Jika ketegangan persepsi ini terus berlanjut, pengamat menilai hal tersebut berpotensi memengaruhi kerja sama bilateral Indonesia dan Iran, terutama di sektor strategis seperti maritim, perdagangan, dan energi.

Iran sendiri memiliki posisi penting di kawasan Teluk Persia, termasuk pengaruh besar di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Karena itu, dinamika hubungan kedua negara dinilai memiliki implikasi geopolitik yang cukup luas.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan yang disampaikan Direktur NAMARIN tersebut.

Situasi ini pun menjadi perhatian sejumlah pengamat diplomasi, mengingat Indonesia selama ini dikenal dengan prinsip politik luar negeri.

Sumber: Forum Keadilan TV


Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.