Kenapa Serangan Rudal Lebih Sering Malam Hari? Ini Penjelasannya
Selasa, 3 Maret 2026
Faktakini.info
Coba Anda perhatikan setiap video serangan rudal balistik, kenapa kebanyakan terjadi di malam hari?
Meskipun malam hari menawarkan penyamaran yang signifikan, pilihan untuk menyerang di bawah kegelapan malam berakar pada lebih dari sekadar visibilitas. Ini adalah kombinasi dari keterbatasan teknis, kebutuhan operasional, dan perang psikologis. Tidak seperti pesawat terbang, rudal tidak dapat mengandalkan oksigen atmosfer untuk penggeraknya. Sebaliknya, rudal harus membawa bahan bakar dan oksidator (komponen yang diperlukan untuk pembakaran) di dalam sistemnya. Hal ini karena rudal balistik mencapai titik ketinggian di mana oksigen langka atau tidak ada.
Persyaratan mendasar ini membagi rudal menjadi dua kategori: rudal yang menggunakan bahan bakar cair dan rudal yang menggunakan bahan bakar padat, masing-masing dengan implikasi strategisnya sendiri. Contohnya rudal jarak jauh Iran, termasuk seri Shahab, biasanya menggunakan bahan bakar cair. Rudal-rudal ini memerlukan proses pengisian bahan bakar yang kompleks sebelum diluncurkan, yang melibatkan dua tangki terpisah, satu untuk bahan bakar dan satunya lagi untuk oksidator.
Operasi ini sensitif terhadap waktu, berbahaya, dan membutuhkan infrastruktur peluncuran ketat serta kru darat. Hal ini menjadikan tahap pengisian bahan bakar sebagai titik terlemah rudal, terutama di bawah pengawasan ketat satelit musuh dan pesawat pengintai. Untuk mengurangi risiko terdeteksi dan diserang, Iran sering melakukan operasi pengisian bahan bakar di malam hari, ketika jarak pandang terbatas dan kemungkinan terdeteksi dari udara rendah secara signifikan.
Sebaliknya, rudal jarak pendek dan menengah seperti Fateh-110 dan Zolfaghar biasanya ditenagai oleh bahan bakar padat. Sistem ini telah diisi sebelumnya dengan campuran bahan bakar dan oksidator dalam bentuk padat, yang disimpan di dalam badan rudal. Rudal ini siap diluncurkan, tidak memerlukan pengisian bahan bakar di lokasi, dan dapat ditembakkan dari platform bergerak, sehingga ideal untuk serangan mendadak dan peperangan terdesentralisasi.
Namun, setelah diaktifkan, rudal berbahan bakar padat tidak dapat dimatikan atau dikurangi kecepatannya. Peluncuran tersebut tidak dapat dibatalkan, sebuah kompromi operasional untuk mobilitas dan kecepatan. Dengan memanfaatkan rudal berbahan bakar padat dan cair, platform peluncuran bergerak, dan kamuflase alami di malam hari, serangan rudal balistik telah membangun sistem yang memprioritaskan kemampuan bertahan hidup, kejutan, dan dampak psikologis, bahkan ketika rudal itu sendiri gagal mencapai targetnya.
Selain itu, serangan di malam hari juga terkait dengan estetika. Penampakan serangan rudal di malam hari akan terlihat lebih indah dan jelas. Hal ini untuk menunjukkan kepada musuh dan mata dunia setiap serangan yang dilakukan. Pendek kata, ini adalah "pamer kekuatan." Setiap serangan rudal balistik di malam hari yang direkam video, lalu beredar di internet, tentunya mata dunia akan terkagum melihatnya. Bandingkan dengan rekaman video dilakukan siang hari, tentunya penampakan rudal balistik tidak estetik. Analoginya seperti main petasan kembang api di siang hari, hanya suara berisiknya saja yang membuat heboh.
Singkatnya, serangan rudal di bawah kegelapan malam merupakan bagian dari strategi, keamanan, dan estetika. Hal itu mencerminkan doktrin militer dan teknologi yang disengaja dirancang untuk mengaburkan, mengejutkan, menanamkan rasa takut, dan pamer kekuatan.
#DPU_DYK
Sumber Referensi:
• Jerusalem Post - Why does Iran launch missiles at night? Tehran's tactical, technological considerations
• Quora - Why do the US and its allies typically launch airstrikes at night? How does visibility matter when facing radars and guided missile systems?
• News Ukraine - Why Russia strikes Ukraine at night? 2 key reasons explained
- Wikipedia - Night combat
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.

Posting Komentar