GPK Pekalongan Raya Nyatakan Perlawanan Terbuka, Lawan PWI-LS yang Sebarkan Rasisme dan Fasisme
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakutuh. Apa kabar saudaraku semua, semoga selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Berikut kabar update terbaru mengenai GPK Pekalongan Raya Nyatakan Perlawanan Terbuka, Lawan PWI-LS yang Sebarkan Rasisme dan Fasisme. Silakan disimak.
Ahad, 11 Januari 2026
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.
Faktakini.info, Jakarta - Gerakan Pembela Kebenaran (GPK) Pekalongan Raya secara terbuka dan tegas menyatakan perlawanan terhadap PWI-LS, sebuah kelompok yang dinilai telah menyebarkan paham rasisme dan fasisme serta berperan sebagai organisasi pemecah belah bangsa dan umat di wilayah Pekalongan Raya.
Sikap keras ini diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, dengan menggelar konvoi terbuka di sejumlah ruas jalan Kota Pekalongan sambil membawa spanduk-spanduk penolakan terhadap PWI-LS, Sabtu (10/1/2026) Selain itu, GPK juga memasang banner perlawanan di berbagai sudut strategis kota sebagai peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh narasi yang dinilai berbahaya dan merusak persatuan.
GPK menilai, selama ini PWI-LS secara sistematis dan terorganisir telah menebarkan ujaran, propaganda, serta narasi yang berbau kebencian, rasisme, dan fasisme, yang berpotensi memecah belah masyarakat dan menciptakan konflik horizontal.
“Ini bukan persoalan sepele. Ini adalah kemungkaran besar yang terorganisir. Kami menyatakan sikap melawan secara terbuka dan tidak akan tinggal diam,” tegas perwakilan GPK Pekalongan Raya dalam pernyataan sikapnya.
GPK menegaskan bahwa perlawanan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan kepada kebenaran, persatuan umat, dan keutuhan bangsa. GPK juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak memberikan ruang sedikit pun bagi paham rasisme dan fasisme untuk tumbuh di Pekalongan.
Dalam pernyataannya, GPK turut memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemenangan dalam perjuangan melawan berbagai bentuk kemungkaran yang dinilai merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Aksi konvoi dan pemasangan banner tersebut berlangsung dengan sikap tegas dan penuh semangat perlawanan, serta menjadi penegasan bahwa Pekalongan menolak rasisme, menolak fasisme, dan menolak segala bentuk adu domba umat.
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.




Posting Komentar