TAK CUKUP HANYA MINTA MAAF, LISTYO SIGIT PRABOWO HARUS MUNDUR DARI KAPOLRI!
Jum'at, 29 Agustus 2025
Faktakini.info
TAK CUKUP HANYA MINTA MAAF, LISTYO SIGIT PRABOWO HARUS MUNDUR DARI KAPOLRI!
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat
Entah, untuk kali yang keberapa aparat kepolisian kembali melakukan tindakan represif dan brutal kepada rakyatnya sendiri. Rasanya, sudah terlalu panjang deret kejahatan aparat kepolisian yang zalim kepada rakyatnya sendiri, saat menjalankan tugas.
Polisi yang semestinya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, justru menebar teror dan ancaman kepada rakyat. Polisi, tidak disegani dan dihormati, namun hanya ditakuti dan dibenci. Rakyat takut, karena kewenangan polisi disalahgunakan untuk merepresi rakyat. Rakyat marah dan benci, karena pajak tanah dibayar untuk menggaji polisi justru digunakan untuk menindas rakyat.
Kali ini, polisi kembali dikabarkan melakukan represi. Bukan hanya represi, bahkan sudah dapat dikategorikan kebrutalan dan bengis terhadap rakyatnya sendiri.
Peristiwa bermula ketika satu unit kendaraan rantis melaju kencang untuk menghalau dan memecah konsentrasi massa di Pejompongan. Malangnya, pengemudi ojol yang berada di lokasi justru menjadi sasaran.
Dalam rekaman video yang beredar viral, terlihat korban yang berusaha menghindar justru sengaja ditabrak oleh kendaraan lapis baja tersebut.Korban seketika terjatuh dan masuk ke kolong mobil. Massa yang menyaksikan kejadian mengerikan itu sontak berteriak histeris dan berusaha menghentikan laju kendaraan rantis dengan memukul-mukul badan mobil.
Dan akhirnya, dikabarkan pengemudi ojek online (ojol) tersebut meninggal dunia. Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un.
Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas peristiwa kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri yang melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) usai demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Sigit mengaku menyesali peristiwa pelindasan tersebut.
Sayangnya, permohonan maaf dan penyesalan seperti ini sudah seringkali disampaikan. Pada saat tragedi Kanjuruhan dan berbagai anomali tindakan polisi, Kapolri hanya bisa menggunggah penyesalan dan permintaan maaf. Kali ini, penulis meminta agar Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya sebagai Kapolri.
Agar penyesalan itu bernilai, Kapolri harus mundur. Agar permohonan maaf itu dipahami tulus, Kapolri juga harus mundur. Jika tidak, publik akan menggangap permintaan maaf hanya lah modus untuk menghindari kemarahan rakyat. Penyesalan hanyalah kalimat template, untuk meredakan ketegangan.
Masih banyak, putra terbaik bangsa ini di institusi Polri untuk mengemban amanah Kapolri. Institusi Polri lebih penting untuk diselamatkan, ketimbang posisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Agar ada kredibilitas dan integritas institusi Polri, Kapolri harus segera mundur.
Selanjutnya, tradisi mundur dari jabatan Kapolri saat anggota Polri melakukan tindakan brutal kepada rakyat, harus dijadikan konvensi yang mengikat bagi setiap Kapolri. Dengan begitu, integritas dan kredibilitas institusi Polri terjaga dimata masyarakat. [].
Sumber: faktakini.info
Bagaimana menurut anda saudaraku, mari tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa untuk share berita ini agar yang lain tahu.
Posting Komentar